Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 September 2018

Peninggalan sejarah dan cagar budaya Majalengka 1

Daftar penginggalan sejarah dan Cagar budaya kota Majalengka:
1. Makam Girilawungan
2. Patilasan Nyi Rambut Kasih
3. Makam Pangeran Muhamad


4. Makam buyut kyai Arsitem
5. Sumur Sindu
6. Makam Ki Bagus Rangin
    Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh
7. Buyut katimpem
8. Sumur Dalem
9. Buyut Karimpem
10. Buyut Kadong
11. Buyut Jaya Kusumah
12. Buyut Hujung
13. Buyut Perdie wesi
14. Buyut Jago
15. Buyut Galudra Jaya
16. Buyut Situnggulung
17. Buyut Santeri
18. Buyut Randa Asih
19. Buyut Campeka
20. Buyut Bungkardi

Senin, 10 September 2018

KEMAH BUDAYA 2 - GUNUNG KARANG 8-10 SEPTEMBER 2018

Grumala ikut berpartisipasi dalam acara Kemah Budaya yang dilaksanakan tanggal 8-10 September 2018. Kemah Budaya ini diselenggarakan oleh DEKKMA dan disparbud.
Acara Kemah Budaya ini bertepatan dengan Launching buku Edisi kesatu - Grumala yang berjudul Jejak Masa Silam Kota Angin.
Gejlig... Gejlig... Gejlig
Photo-photo yang terangkum dalam FB Grup Madjalengka Baheula maupun anggota GRUMALA.

Liputan wartawan min.co.id nisa dilihat di link di bwah ini:
https://min.co.id/2018/09/11/orasi-sejarah-majalengka-oleh-grumala-di-kemah-budaya-2018/

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, sepeda, pohon dan luar ruangan      

(Grumala memberikan orasi tentang sejarah Majalengka dan peninggalannya)
Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.       Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.    Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum

      

      
Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan      

  Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk, pohon dan luar ruangan      Gambar mungkin berisi: 10 orang, termasuk Tata Oemi, Ela Nurela, dan Ibrahim Annas, orang tersenyum, orang berdiri dan luar ruangan
(Workshop sejarah oleh Grumala"

Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Tata Oemi, orang tersenyum, pohon, luar ruangan dan alam       

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, sepeda, pohon dan luar ruangan 

 Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, pohon, langit, tanaman, luar ruangan, alam dan air
(menikmati alam di sela-sela kegiatan)

Minggu, 02 September 2018

Kantor Districk Jatiwangi di Jaman Kolonial

  Polsek Jatiwangi eks Kantor Districk Jatiwangi di jaman Kolonial.
Salah satu bangunan tua di Jatiwangi ini kemarin sudah masuk daftar pendataan Benda Cagar Budaya Jabar oleh peneliti BALAR Jabar yg dipimpin Pa Lutfi Yondri, Mudah-mudahan segera bisa dtetapkan menjadi BCB.
Menurut keterangan yg kami dapat dari Kapolsek Jatiwangi Kompol Asep Saefudin Fiqih SH Mh bahwa gedung tua yg skarang dijadikan kantor polsek jatiwangi tsbt dulunya dibangun bersamaan dengan Pabrik Gula Jatiwangi pada tahun 1848 ,menurut beliau juga gedung ini pernah jadi Kantor Districk Jatiwangi.
     Jika dulunya bekas kantor Distrik mungkin umurnya lebih tua dari pabrik gula jatiwangi ,sbb Districk Jatiwangi sudah ada waktu berdirinya Kabupaten Rajagaluh jauh sebelum terbentuknya Kabupaten Majalengka,pada saat terjadinya perang Kedondong 1816 desa tsbt masih masuk wilayah Distrik Jatiwangi.Keterangan tambahan lagi yg didapat dari sesepuh sekitar gedung itu yakni pernah jadi Markas Polisi Belanda dan pada jaman pendudukan Jepang juga dijadikan markas polisi Jepang atau Junsa..
Dalam buku Selayang Pandang Sejarah Majalengka juga ada keterangan yg sama yakni pada tahun 1940-1941 terdapat pasukan kavaleri berkuda tentara Belanda atau Husar yangg dipimpin oleh kapten Berreenschoot yg kemudian tewas dalam kecelakaan pesawat terbang mkn markasnya di gedung ini,setelah Jepang datang ada Junsa atau polisi Jepang menguasai gedung ini.Ada satu misteri yg belum kami pecahkan dari gedung ini adalah keberadaa relif jam dinding yg menandakan pukul 05.03 pagi..apa maksudnya dgn penandaan waktu ini..???..mudah mudahan dpt terpecahkan cuma hiasan atau memang ada artinya ..
     Saksi bisu perjalanan sejarah Kota Jatiwangi , BCB Benda Cagar Budaya Propinsi Jabar layak disandang gedung tua ini..


Grumala dalam mendampingi Balai Arkeologi juga di liput oleh wartawan min.co, Taufik Hidayat:
https://min.co.id/2018/08/31/grumala-dampingi-arkeolog-catat-gedung-bersejarah-kantor-polsek-jatiwangi/

Gejlig..!!




Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih




Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.




Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.


Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.




Gambar mungkin berisi: 1 orang




Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.


Gambar mungkin berisi: luar ruangan




Gambar mungkin berisi: 1 orang