Tampilkan postingan dengan label Kadipaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kadipaten. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2018

PABRIK GULA KADIPATEN

Mesin Pabrik Gula Kadipaten tahun 1895 yang masih menggunakan mesin jenis uap.
Jaman itu ada merk mesin uap buatan Prancis yang terhitung tangguh diparkai di hampir pabrik gula di daerah pulau jawa yaitu merk B.LAHAYE & BRISSONEAUF buatan tahun 1884.
Tadinya tidak terpikir bagaimana mesin uap yang beratnya puluhan ton bisa nyampai ke Kadipaten dari negara Belanda dan masih dalam keadaan built up. Tidak bisa dipisah beberapa bagian. Di bawa satu unit gelondongan ke Kadipaten, 
Ternyata menurut kabar cerita dibawa lewat jalur sungai melewati Sungai Cimanuk. Turunnya di dermaga Karangsambung, diangkut menggunakan rakit ditarik ku parahu nu tadinamah dibawa ti Walanda make kapal uap,eureun di laut Indramayu,cenah ceuk carita oge samemeh msn pabrik gula diturunkeun ka rakit,para teknisi ngadagoan heula walungan Cimanuk loba ngayapak caina,mgkn ngarah parahu nu narik rakitna bisa laluasa nyampe ka Karangsambung.sbraha taun meureun dijalana bisa datang ka Kadipaten.?




(Photo mesin Pabrik Gula Kadipaten tahun 1895)

Sabtu, 08 September 2018

SUMUR TUK 1926 DAN PAKU BEUREUM 1925

     Bekas Jalan ROLI tebu jaman masih berdirinya Pabrik Gula Kadipaten.
Meskipun jala dan irigasi  sudah bagus Sumur Tuk bekas Pabrik Gula masih dipertahankeun berdiri.Sumur Tuk berguna untuk pengisian "ketel setum" bila sedang istirahat  karena sedang mengangkut tebu dari kebun tebu "Leuweung Bata". Sumur tuk ieu dibangun taun 1926 berbarengan dengan gardu timbangan yang berada di desa Kertawinangun atau Perewah.
       Sabenarnya Perewah juga menurut caerita tidak jauh dengan sejarah berdirinya PG Kadipaten, berdiri sekitar akhir tahun 1880an.
     Ada satu tempat yang fungsinya untuk berkumpul para pegawai pabrik pada saat menerima gaji. Juru bayar yang asalnya dari Belanda tidak berbahasa melayu sehingga membuat plang yang berguna sebagai tanda tempat tersebut oleh tulisan bahasa Belanda Verwacht yang artinya menunggu.
Para pagawai sudah mengerti apabila melewati tempat tersebut pasti menyebut "Perewah' dengan aksen Sunda .
Taun 1901 ganti nama menjadi Kertawinangun. Akan tetapi nama "perewah" masih melekat hingga sekarang.


Gambar mungkin berisi: pohon, langit, rumput, luar ruangan dan alam
(Photo: Puing-puing Sumur Tuk)
 Gambar mungkin berisi: tanaman, pohon, luar ruangan dan alam



PAKUBEUREUM 1925.
Peninggalan Pabrik Gula Kadipaten di Desa Pakubeureum Kec Kertajati. Selain Sumur Tuk di Leuweung bata, masih ada satu lagi bangunan yang mirip gudang timbang yang ada di
Cicadas Jatiwangi. Ukurannya lebih kecil. Gudang ini dekat jembatan cibeureum. Di temboknya masih ada tulisan tahun 1925 sebagai tanda berdirinya bangunan meskipun sudah kurang jelas. Selain Gudang di Pakubeureum, ada lagi bekas dudukan mesin pompa. Tempatnya berdiri di tengah sungai cimanuk. Diperkirakan waktu itu berada di sisi sungai. Karena diakibatkan erosi, akhirnya sekarang berada di tengah sungai.

Pompa ini berfungsi untuk irigasi kebun tebu di sekitar pakubeureum.
on tiwu di sktar Pakubeureum.
Tidak ada yang tahu samapai kapan bukti sejarah perjalanan Pabrik Gula yang ada di Kadipaten ini bisa bertahan.
Salam Gejlig......

  Gambar mungkin berisi: luar ruangan


Gambar mungkin berisi: tanaman, luar ruangan, alam dan air  Gambar mungkin berisi: luar ruangan, alam dan air
(Catatan Naro - Grumala)

KERETA API CIREBON - KADIPATEN


KERETA API CIREBON - KADIPATEN (MAJALENGKA)

Apakah photo yang di tunjukkan di bawah adalah puing -puing Stasion Kereta Api?
Perlu dilakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengetahui pastinya bahwa photo tersebut adalah puing-puing sisa kejayaaan Kereta Api Cirebon Kadipaten ayang berada di Garawangi sekitar Pakbrik Kapur.
(Naro 8 agustus 2015)


(Photo: Plang yang menunjukkan tanah milik PT Kereta Api)

Rabu, 05 September 2018

PEDATI

Kar met korven voor suikeriet bij de suikerfabriek Kadhipaten Bij Madjalengka ca 1890..
(pedati/cikar ngangkut keranjang untuk keranjang tebu ke PG Kadipaten Majalengka tahun 1890an )

Tidak ada teks alternatif otomatis yang tersedia.
(Photo, sumber: KITLV Nederland)

Selasa, 04 September 2018

TERMINAL LAMA KADIPATEN

Stamplaats Kadipaten
Tempat ngetem / mangkal Otobus Cirebon - Bandung rupanya sudah ada dari jaman Belanda
Buktinya ada photo kira-kira tahun 1920an ada satu otobus yang sedang ngetem. Jenis Suburben atau Sub Urban beus yang ada di jaman itu.
Sesudah Merdeka Pada era Bupati RM Nuratmadibrata sekitar tahun 1950-1958 stamplaats Kadipaten ( terminal lama ) dibangun sampai tahun 1990an. Stamplaats ini jadi pusat jalur lalu lintas bus antar kota Kadipaten ke Cirebon ,Sumedang atau ke Bandung. Yang admin ingat tahun 1980-1990an ada beberapa PO bus yang keluar masuk terminal, yaitu Bus Goodwill, DS,Bhineka, Sangkuriang, Dwikarya, dan idola waktu itu dari Majalengka yaitu Aman Sejahtera dan Bijaksana. 
Di Stamplaats pasti banyak yang dagang, biasanya asongan tetap yaitu tukang kacang, pisang kukus, pisang goreng, ulen ,roko,dan yang jualan air.
Sekarang stamplaats dipindahkan ke Bojong Cideres, dekat dengan Rumah Sakit.
(Naro, 9 Mei 2018)



Gambar mungkin berisi: luar ruangan
(Photo koleksi tropen Museum 1920)

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berdiri dan luar ruangan
(Photo Terminal Lama Kadipaten tahun 1980an)
(Photo Kiriman Kang Yadi)